MAKASSAR _ Idul Fitri 1 Syawal 1446 H bukan sekadar perayaan. Ini adalah titik balik, momen untuk me-restart hidup yang lebih baik. Setelah sebulan penuh menjalani training camp Ramadan melatih kesabaran, keikhlasan, dan kedisiplinan sekarang saatnya membuktikan bahwa semua itu tidak sia-sia. Hari kemenangan ini bukanlah akhir dari perjuangan, justru menjadi awal baru untuk menjadi versi terbaik dari diri kita.
Ramadan dikenal sebagai Syahrul Tarbiyah (bulan pendidikan). Selama bulan suci ini, kita terbiasa bangun sebelum subuh, memperbanyak doa, menahan emosi, berpuasa, dan berbagi dengan sesama. Pertanyaannya, apakah semua kebiasaan baik itu akan berhenti begitu saja setelah takbir kemenangan berkumandang? Ataukah kita justru menjadikannya sebagai pijakan untuk melangkah lebih jauh dalam kehidupan yang lebih bermakna?
Sangat disayangkan jika setelah Ramadan kita tidak lagi menjaga kebiasaan bangun pagi untuk tahajud, menjaga lisan dari hal sia-sia, atau berpuasa sunnah. Apakah itu yang disebut kemenangan sejati? Idul Fitri adalah saatnya me-reset pola hidup—bukan hanya soal pakaian baru, tetapi juga hati yang benar-benar baru.Menjaga Spirit Ramadan Sepanjang Tahun
1. Tetap Bangun Lebih Awal untuk TahajudRamadan membuktikan bahwa kita bisa bangun lebih awal, bahkan sebelum subuh. Namun, mengapa setelahnya kita justru membiarkan matahari menyinari kamar sebelum kita bangun? Coba bayangkan jika setelah Ramadan kita tetap bangun untuk shalat tahajud. Bukankah Allah berfirman dalam hadis qudsi:
“Rabb kami Tabaaraka wa Ta’aalaa turun ke langit dunia pada setiap malam ketika tinggal sepertiga malam terakhir, lalu berfirman: ‘Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan; barangsiapa yang meminta kepada-Ku, niscaya Aku akan penuhi permintaannya; dan barangsiapa yang memohon ampunan kepada-Ku, maka Aku akan mengampuninya.
Semoga setelah Ramadan kita tetap berusaha bangun lebih awal, meski hanya 10 menit sebelum subuh.
2. Tetap Menjaga Kebiasaan BerpuasaRamadan membuktikan bahwa kita mampu berpuasa setiap hari. Namun, mengapa setelahnya kita justru kembali ke pola makan yang berlebihan? Rasulullah ﷺ bersabda:
“Di surga terdapat delapan pintu. Salah satunya adalah pintu Ar-Rayyan, yang hanya dapat dimasuki oleh orang-orang yang berpuasa.
“Semoga setelah Ramadan kita tetap menjaga kebiasaan puasa sunnah, meski hanya dua kali dalam seminggu (Senin-Kamis).
3. Tetap Menjaga Lisan dan PandanganSelama Ramadan, kita menjaga hati, pandangan, dan lisan agar puasa tetap optimal. Namun, mengapa setelah Ramadan kita kembali mudah tergoda untuk melihat hal-hal haram, berdusta, mengadu domba, atau bergosip?
Rasulullah ﷺ bersabda:”Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.
“Semoga setelah Ramadan kita tetap menjaga lisan dan pandangan, karena keduanya adalah cerminan hati.
4. Tetap Shalat Berjamaah di MasjidRamadan telah membuktikan bahwa kita mampu shalat berjamaah di masjid, terutama shalat Subuh, Maghrib, dan Isya. Namun, mengapa setelah Ramadan kita kembali malas ke masjid dan lebih memilih shalat sendirian?
Bukankah Rasulullah ﷺ bersabda:”Shalat berjamaah lebih utama dua puluh tujuh derajat dibandingkan shalat sendirian.
“Semoga setelah Ramadan kita tetap istiqamah menjaga shalat berjamaah, terutama bagi kaum laki-laki.
5. Tetap Membaca Al-Qur’anRamadan telah membuktikan bahwa kita mampu membaca Al-Qur’an dalam waktu yang lama setiap hari. Namun, mengapa setelah Ramadan kita justru meninggalkan mushaf?
Rasulullah ﷺ bersabda:”Barang siapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah, maka baginya satu kebaikan. Satu kebaikan itu dilipatgandakan sepuluh kali lipatnya.
“Semoga setelah Ramadan kita tetap membaca Al-Qur’an, walau hanya satu ayat per hari.
Istiqamah dalam Kebaikan
Setelah Ramadan berlalu, semangat ibadah harus tetap menyala. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah yang dilakukan secara konsisten, meskipun sedikit.”
Jangan jadikan Idul Fitri hanya sebagai euforia sesaat. Mari menjadikannya awal perjalanan baru menuju kehidupan yang lebih baik, lebih bermakna, dan lebih dekat dengan Allah.Kemenangan sejati bukan hanya menyelesaikan Ramadan, tetapi bagaimana kita menjalani hari-hari setelahnya dengan lebih baik.
Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin.Semoga kita benar-benar kembali ke fitrah bukan hanya dalam ucapan, tetapi juga dalam tindakan.
Penulis : Muh. Ilham, S.Hum.
Editor : Arinal Hidayat